Kuliah Tamu Pascasarjana IAIN Curup Prodi Pendidikan Agama Islam

(17/11/2020) Kuliah Tamu Pascasarjana IAIN Curup._ Prodi Pendidikan Agama Islam._
Bersama Dr. H. Khoiruddin Bashori Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta._
Kajian tentang psikologi dalam pendidikan Agama Islam menjadi kajian yang sangat menarik, terutama dalam proses Pandemic Covid-19 hingga New Normal, terkadang kemampuan intelektual tidak bisa dihadapkan dengan kondisi psikis orang tua, guru dan peserta didik, kemampuan intelektual harus terintegrasi dengan kemampuan psikis sehingga bisa sejalan, dan proses pembelajaran bisa membaik._
Dr. H. Khoiruddin Bashori
Tema Resiliensi atau ketahanan secara psikis dalam menghadapi berbagai problematika bisa dimaknai sebagai sikap sabar, karena kondisi Sabar tidak hanya berkaitan dengan ketahanan dan kemapanan intelektual tetapi juga ketahanan hati dan jiwa (Kondisi psikis), peserta didik bisa saja paham dengan materi materi pelajaran yang di ajarkan melalui digital dibantu dengan pendampingan orang tua tapi kita tidak tahu kondisi kejiwaan peserta didik apakah resilien atau sabar dengan kondisi tersebut._
Karena banyak anak atau peserta didik yang mengeluh dengan kondisi belajar online, ketidaksiapan orang tua menjadi guru utama di rumah, ditambahkan lagi ayah yang jarang mendampingi anak dalam belajar membuat kondisi ini semakin tidak baik, kemudian anak anak juga menangis dan mengeluh menyampaikan keluhannya di ruang publik melalui akun Media Sosial. Pentingnya metodologi menghadapi kondisi tersebut tentu dengan metodologi sabar atau Secara ilmiah disebut Resiliensi._
Kajian Resiliensi di sampaikan dengan jelas oleh Bapak Dr. Khoiruddin Bashori Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, selain dosen beliau juga adalah Da’i yang menyejukkan, kita bisa melihat di akun YouTube channel beliau, banyak menyampaikan Konsep keagamaan dalam bingkai psikologis, sangat menarik dan menyentuh hati, bahwasanya dalam hidup kita dihadapkan dalam berbagai cobaan sesuai dengan firman Allah Subhana wata’ala, Al Qur’an Surat Al Baqarah 155 “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”_
Kuliah Tamu Prodi PAI
Sesuai dengan Tafsir Al-Mukhtashar/ Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) Al Baqarah ayat 155-156. Allah bersumpah kepada orang-orang beriman bahwa Dia akan menguji mereka dengan beberapa jenis cobaan; seperti rasa takut dari musuh, kelaparan, kehilangan harta benda, kehilangan orang-orang yang dicintai, dan kekurangan buah-buahan. Hai Rasulullah, berilah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar atas cobaan tersebut dengan surga. Kemudian Allah menyifati orang-orang yang sabar bahwa saat mereka mendapatkan musibah mereka akan mengingat Allah dengan mengatakan: “Kami adalah hamba-hamba Allah, Dia berbuat atas kami sesuai kehendak-Nya, dan kami akan dibangkitkan pada hari pembalasan.”_
Tentunya manusia hidup dengan berbagai ujian sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an dan Tafsir Al-Mukhtashar, bagaimana sikap kita adalah menjadi Insan yang sabar, Allah menyukai orang-orang yang sabar, dalam makna tetap berusaha dan berdoa, Allah Subhana wata’ala Maha mengetahui apa yang dibutuhkan hamba hamba Nya, dibandingkan kita manusia. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Direktur Pascasarjana IAIN Curup Dr. Fakhrud Din melihat kondisi realitas proses pembelajaran daring yang dihadapi oleh orang tua dan anak, hingga muncul sikap marah bahkan memukul karena kesal, hal ini harus disikapi dengan konsep ketahanan diri secara psikis atau resilien atau sikap sabar, Allah Subhana wata’ala memberikan kemudahan bagi hamba Nya yang sabar._
Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam Dr. Sutarto dalam memandu Kegiatan Kuliah Tamu dan berbagai pertanyaan dari mahasiswa, menyampaikan pentingnya konsep sabar dengan terus berusaha dan berdoa, karena pada posisi itu keilmuan kita memang di uji, kedewasaan ilmu kita lebih dimatangkan._
Sesuai hasil penelitian dari Balitbang, 2020. Bahwa hanya 50% proses pembelajaran berlangsung setiap hari, dengan interaksi guru dan peserta didik hanya 2,5 Jam setiap hari, hal ini menunjukkan bahwa masih minim proses pendidikan yang diperoleh peserta didik setiap harinya, sehingga ini berakibat tidak baik pada pertumbuhan pengetahuan dan psikis peserta didik, tentu dihadapkan dengan kondisi ekonomi dan sosial yang ada di masyarakat, bagaimana solusinya yaitu dengan resilien atau bersabar da bersyukur dengan terus berusaha yang

terbaik._
Ada beberapa unsur atau sikap dalam konsep Resiliensi yang bisa kita terapkan sebagai solusi dalam problematika proses pembelajaran online dimasa Pandemic Covid-19 Up New Normal yaitu; mulai dari Kemampuan menata hati, Kemampuan berpikir positif, kemampuan memetakan masalah, kemampuan membuat target Terget positif dan bermanfaat, Kemampuan meyakinkan kemampuan diri hingga melakukan kegiatan kegiatan yang bermanfaat dalam wujud sabar dan syukur. Hal ini menjadi catatan penting untuk di terapkan dalam kehidupan sebagai kajian dari Pendidikan Agama Islam._

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *