Hadir di KONKERKAB I PGRI Rejang Lebong, Ketua Prodi S3 MPI IAIN Curup Memberikan Materi Pentingnya “Spiritual Leadership” dalam Meningkatkan Mutu di Lembaga Pendidikan

Published by admin on

Pascasarjana IAIN Curup – Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) S3 Pascasarjana IAIN Curup Dr. Jumira Warlizasusi, M.Pd, hadir memberikan materi dalam Konferensi Kerja Kabupaten (KONKERKAB) Ke-I Kabupaten Rejang Lebong Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030.

Acara berlangsung disambut baik dan dibuka dengan menampilkan ‘tarian persembahan’ sebagai bentuk menjaga kelestarian budaya lokal. Kegiatan KONKERKAB di Gedung Guru PGRI Kabupaten Rejang Lebong pada hari Sabtu 14 Februari 2026, dengan mengusung tema besar: “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.” Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota PGRI, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan.

           Tari Persembahan

Tantangan dunia pendidikan kedepannya menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan kecakapan teknologi atau administratif semata. Dalam konteks mewujudkan Indonesia Emas, transformasi ekosistem dalam dunia pendidikan diharapkan menjadi instrumen komprehensif yang mencakup aspek pedagogik, psikotomorik serta penguatan karakter dan spiritualitas.

Dalam paparannya, Dr. Jumira Warlizasusi, M.Pd menyampaikan materi spiritual leadership merupakan fondasi penting dalam membangun karakter dan alternatif dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Spiritual Leadership membangun etos kerja, integritas, serta komitmen moral para pendidik.

“Kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak cukup hanya berbasis pada kompetensi manajerial, tetapi juga harus dilandasi nilai-nilai spiritual yang kuat, seperti kejujuran, amanah, dan semangat pelayanan (service oriented).”

  Dr. Jumira Warlizasusi, M.Pd

Beliau menekankan bahwa kepemimpinan spiritual (spiritual leadership) merupakan fondasi penting dalam membangun karakter pendidik yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Menurutnya, pendidikan sebagai garda terdepan pendidikan harus memiliki integritas, keteladanan, serta komitmen nilai dalam setiap praktik kepemimpinan dan pengabdian.

Hal ini telah dicontohi oleh Nabi Muhammad SAW sebagai role model kepemimpinan spiritual. Kepemimpinan spiritual, kepemimpinan yang membawa dimensi keduniawian kepada dimensi spiritual (keilahian). Tuhan adalah pemimpin sejati yang mengilhami, mempengaruhi, melayani dan menggerakkan hati nurani hamba-Nya dengan cara yang sangat bijaksana melalui pendekatan etis dan keteladanan.

Kepemimpinan yang mampu mengilhami, membangkitkan, mempengaruhi dan menggerakkan melalui keteladanan, pelayanan, kasih sayang dan implementasi nilai dan sifat-sifat ketuhanan lainnya dalam tujuan, proses, budaya dan perilaku kepemimpinan.

Karaktristik Kepemimpinan Spiritual;

  • Kejujuran Sejati
    Rahasia sukses para pemimpin besar dalam mengembangkan misinya adalah memegang teguh kejujuran. Berlaku jujur senantiasa membawa kepada keberhasilan dan kebahagiaan pada akhirnya, walaupun mungkin pada awal terasa pahit.
  • Fairness
    Pemimpin spiritual mengemban misi social untuk menegakkan keadilan dimuka bumi , baik adil terhadap diri sendiri, keluarga, dan orang lain.
  • Kejujuran Sejati
    Rahasia sukses para pemimpin besar dalam mengembangkan misinya adalah memegang teguh kejujuran. Berlaku jujur senantiasa membawa kepada keberhasilan dan kebahagiaan pada akhirnya, walaupun mungkin pada awal terasa pahit.

    Materi yang disampaikan merangkum tiga poin strategis, tiga karakter kepemimpinan dalam dunia pendidikan kedepannya. Spiritual dalam pendidikan adalah menanamkan nilai keimanan dan etika sebagai lokomotif utama dalam setiap menentukan kebijakan. Pendidik sebagai penanam nilai, pendidik bukan sekadar “transfer ilmu”, melainkan pembentuk karakter. Sinergi profesionalisme dan spiritualitas, upaya menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten secara pedagogik namun tetap memiliki empati dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

    Kegiatan KONKERKAB Ke-I ini menjadi momentum strategis bagi PGRI Kabupaten Rejang Lebong dalam merumuskan program kerja lima tahun ke depan. Diharapkan, melalui penguatan nilai-nilai kepemimpinan spiritual, para guru mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.

    Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berorientasi masa depan.

    Kehadiran narasumber dari Pascasarjana IAIN Curup ini menunjukkan sinergi yang kuat perguruan tinggi dengan organisasi profesi di daerah. Melalui penguatan nilai-nilai kepemimpinan spiritual, diharapkan para guru di Rejang Lebong mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang berintegritas.


    0 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Avatar placeholder

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *