Ujian Tertutup Program Doktor S3 PAI IAIN Curup: Tujuh Promovendum Pertahankan Disertasi Riset Strategis Pendidikan Islam

Pascasarjana IAIN Curup – Ujian tertutup Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 24 hingga 26 Februari 2026. Acara berlangsung di Pascasarjana IAIN Curup. Melibatkan tujuh mahasiswa doktoral yang telah menyelesaikan proses penelitian disertasi, di mana para kandidat mempresentasikan temuan penelitian di hadapan tim penguji akademik.
Ketujuh disertasi yang dipertahankan merefleksikan isu strategis dalam pengembangan pendidikan agama Islam masa kini. Para promovendus telah memilih topik penelitian yang tidak hanya relevan dengan problematika pendidikan Islam kontemporer, tetapi juga menawarkan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan.
Ujian tertutup Prodi S3 PAI diikuti oleh tujuh mahasiswa dengan judul disertasi sebagai berikut:
Elza Eka Putri dengan judul disertasi “Model Penerapan Disiplin Positif dalam Pembentukan Disiplin Ibadah Santri”. Penelitian ini menawarkan pendekatan disiplin yang konstruktif dan positif dalam membentuk kebiasaan ibadah para santri, melampaui metode hukuman tradisional.
Sibuan dengan judul disertasi “Desain Pendidikan Agama Islam Non Formal terintegrasi Moderasi Beragama di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang”. Penelitian ini mengeksplorasi model pendidikan agama Islam di luar sistem formal yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi sebagai upaya penguatan kerukunan dan toleransi antarumat beragama di tingkat desa.
Herwin Wijaya dengan judul disertasi “Pemberdayaan Sumber Belajar dalam Pembelajaran PAI Tingkat SMP di Kabupaten Rejang Lebong”. Riset ini mengkaji optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber belajar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran pendidikan agama Islam di jenjang pendidikan menengah pertama.

Darmawi dengan judul disertasi “Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Humanisme pada Suku Anak Dalam Bukit Dua Belas Sarolangun”. Disertasi ini mengkaji implementasi pendidikan Islam yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal komunitas Suku Anak Dalam di wilayah Sarolangun.
Oktawini Ofiani dengan judul disertasi “Analisis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Universal Design for Learning bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Sarolangun”. Penelitian ini mengeksplorasi pendekatan inklusif dalam pembelajaran PAI yang mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Hazuar dengan judul disertasi “Purifikasi Terma-Terma Keislaman dalam Buku Ajar PAI”. Riset ini menganalisis dan mengevaluasi penggunaan terminologi keislaman dalam buku-buku teks pendidikan agama Islam untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian penggunaan istilah.
Mardalena dengan judul disertasi “Model Pendidikan Berbasis Fitrah dalam Mewujudkan Pribadi Rahmatan Lil’Alamin di Sekolah Alam Insan Mulia Lubuklinggau”. Penelitian ini mengembangkan model pendidikan yang berlandaskan pada konsep fitrah manusia untuk membentuk karakter rahmat bagi semesta alam.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penguji menyampaikan pernyataan penting mengenai standar disertasi doktoral. Beliau menegaskan bahwa disertasi doktoral harus menghadirkan kebaruan (novelty) dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan keilmuan. “Seorang doktor tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan penelitian, tetapi juga wajib memperkaya diskursus akademik serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan,” ujarnya.
Pernyataan ini menekankan bahwa gelar doktor bukan sekadar akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Para doktor diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan yang ada, tetapi juga mampu menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat memajukan bidang keilmuan mereka masing-masing.
Setelah melalui proses ujian tertutup dan dinyatakan lulus dengan sejumlah revisi minor, ketujuh mahasiswa tersebut berhak melanjutkan ke tahap ujian terbuka. Ujian terbuka merupakan tahapan final di mana hasil penelitian doktoral akan dipublikasikan secara lebih luas dan dipertanggungjawabkan di hadapan forum akademik yang lebih luas. Keberhasilan ketujuh promovendus dalam melewati tahap ujian tertutup ini merupakan pencapaian akademik yang membanggakan bagi mereka pribadi maupun bagi Program Studi S3 PAI IAIN Curup secara keseluruhan.
0 Komentar