Prodi S3 PAI Pascasarjana IAIN Curup Gelar Ujian Kelayakan, Langkah Awal Sebelum Ujian Terbuka Disertasi

Pascasarjana IAIN Curup – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana IAIN Curup melalui pelaksanaan Ujian Kelayakan Disertasi (UKD) yang digelar pada Selasa (05/5/2026) di ruang ujian Pascasarjana. Kegiatan ini menjadi tahapan penting bagi mahasiswa doktoral sebelum melangkah ke ujian terbuka disertasi.
UKD merupakan gerbang akademik yang menentukan kelayakan proposal penelitian disertasi mahasiswa. Mengacu pada Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015, tahap ini menitikberatkan pada aspek orisinalitas, relevansi, serta kontribusi ilmiah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Di lingkungan Prodi S3 PAI, proses ini juga dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam merespons dinamika kontemporer pendidikan Islam, mulai dari digitalisasi pembelajaran hingga isu inklusivitas.

Ketua Prodi S3 PAI Pascasarjana IAIN Curup, Dr. Aida Rahmi Nasution, M.Pd.I menegaskan bahwa pelaksanaan UKD tidak sekadar formalitas akademik.
“UKD ini mencerminkan komitmen kami untuk mencetak cendekiawan muslim yang mampu menjawab tantangan pendidikan nasional. Hasil ujian menunjukkan mayoritas mahasiswa dinyatakan layak dengan revisi minor, yang menandakan kualitas akademik mereka sangat baik,” ujarnya.
Dinamika Ujian dan Topik Disertasi
Ujian berlangsung intensif selama satu hari penuh dengan melibatkan tim penguji dari kalangan dosen Pascasarjana. Dengan jumlah topik disertasi yang diangkat menunjukkan relevansi kuat dengan, antara lain:
- Elza Eka Putri dengan judul disertasi “Model Penerapan Disiplin Positif dalam Pembentukan Disiplin Ibadah Santri”. Penelitian ini menawarkan pendekatan disiplin yang konstruktif dan positif dalam membentuk kebiasaan ibadah para santri, melampaui metode hukuman tradisional.
- Sibuan dengan judul disertasi “Desain Pendidikan Agama Islam Non Formal terintegrasi Moderasi Beragama di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang”. Penelitian ini mengeksplorasi model pendidikan agama Islam di luar sistem formal yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi sebagai upaya penguatan kerukunan dan toleransi antarumat beragama di tingkat desa.
- Herwin Wijaya dengan judul disertasi “Pemberdayaan Sumber Belajar dalam Pembelajaran PAI Tingkat SMP di Kabupaten Rejang Lebong”. Riset ini mengkaji optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber belajar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran pendidikan agama Islam di jenjang pendidikan menengah pertama.
- Darmawi dengan judul disertasi “Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Humanisme pada Suku Anak Dalam Bukit Dua Belas Sarolangun”. Disertasi ini mengkaji implementasi pendidikan Islam yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal komunitas Suku Anak Dalam di wilayah Sarolangun.
- Oktawini Ofiani dengan judul disertasi “Analisis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Universal Design for Learning bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Sarolangun”. Penelitian ini mengeksplorasi pendekatan inklusif dalam pembelajaran PAI yang mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik dengan kebutuhan khusus.
- Hazuar dengan judul disertasi “Purifikasi Terma-Terma Keislaman dalam Buku Ajar PAI”. Riset ini menganalisis dan mengevaluasi penggunaan terminologi keislaman dalam buku-buku teks pendidikan agama Islam untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian penggunaan istilah.
- Mardalena dengan judul disertasi “Model Pendidikan Berbasis Fitrah dalam Mewujudkan Pribadi Rahmatan Lil’Alamin di Sekolah Alam Insan Mulia Lubuklinggau”. Penelitian ini mengembangkan model pendidikan yang berlandaskan pada konsep fitrah manusia untuk membentuk karakter rahmat bagi semesta alam.

Salah satu penguji menilai bahwa proposal yang diajukan tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga aplikatif. “Sebagian besar penelitian didukung oleh data empiris dari lapangan serta kajian literatur mutakhir, sehingga memiliki potensi kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam,” ungkapnya.
Pelaksanaan UKD ini menegaskan peran strategis Pascasarjana IAIN Curup dalam melahirkan akademisi yang adaptif terhadap perubahan global. Integrasi antara nilai-nilai keislaman dan pendekatan ilmiah modern menjadi ciri khas yang terus dikembangkan.
Dengan selesainya tahap ini, para mahasiswa selanjutnya akan melakukan penyempurnaan proposal sebelum melangkah ke ujian terbuka disertasi. Diharapkan, hasil penelitian mereka nantinya tidak hanya mempertahankan secara argumentatif tapi yang lebih penting adalah memperkaya khazanah akademik.
0 Komentar