AKADEMIK

Tiga Doktor Baru Pascasarjana IAIN Curup Teliti Tata Kelola Kepegawaian, Kemandirian Pesantren, dan Mutu Pembelajaran

Curup - Program Studi Doktoral Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana IAIN Curup kembali menorehkan capaian akademik dengan melahirkan tiga doktor baru dalam rangkaian Yudisium Pascasarjana dan Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor IAIN Curup yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026.


Ketiga lulusan tersebut adalah Idaya Andriani, Juli Ahirin, dan Sri Wahyuni Sihombing. Di antara ketiganya, Idaya Andriani meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 sekaligus memperoleh penghargaan disertasi terbaik dengan nilai 92,3.


Ketiga doktor baru ini menyelesaikan penelitian disertasi dengan tema yang beragam, mulai dari tata kelola kepegawaian berbasis nilai-nilai Islam, kemandirian manajemen pesantren, hingga peningkatan mutu pembelajaran santri.


Idaya Andriani: Integrasi Good Governance dan Nilai-Nilai Islam


Idaya Andriani menulis disertasi berjudul “Implementasi Good Governance Terintegrasi Nilai-Nilai Islam dalam Manajemen Kepegawaian di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup”. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Hamengkubuwono, M.Pd. sebagai Promotor dan Dr. Beni Azwar, M.Pd.Kons. sebagai Co-promotor.


Penelitian tersebut mengkaji integrasi prinsip good governance dengan nilai-nilai Islam dalam pengelolaan kepegawaian, faktor pendukung dan penghambat, dampaknya terhadap kinerja pegawai, serta strategi penguatannya. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian melibatkan 27 informan dan menggunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah, keadilan, ihsan, dan syura telah diterapkan melalui transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan digitalisasi layanan kepegawaian. Penerapan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, kedisiplinan, kolaborasi, dan profesionalisme pegawai. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan sistem digital, keteladanan kepemimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi yang adil.



Juli Ahirin: Penguatan Kemandirian Manajemen Pesantren


Juli Ahirin, yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren EHQ Kepahiang, mengangkat judul disertasi “Analisis Implementasi Good Governance dan Kemandirian Manajemen Pesantren di Provinsi Bengkulu (Studi Kualitatif pada Pengelolaan Pesantren)”. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Muhammad Istan, S.E., M.Pd., M.M. sebagai Promotor dan Dr. Irwan Fathurrochman, M.Pd.I. sebagai Co-promotor.


Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip good governance dalam pengelolaan pesantren serta kontribusinya terhadap kemandirian lembaga, baik dari aspek finansial, kelembagaan, maupun akademik.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektivitas, efisiensi, kemandirian, dan keadilan telah diterapkan di sejumlah pesantren di Provinsi Bengkulu, meskipun pelaksanaannya belum merata.


Kepemimpinan kiai, budaya kemandirian, kualitas sumber daya manusia, dukungan masyarakat dan alumni, serta kebijakan pemerintah menjadi faktor pendukung. Sementara itu, keterbatasan finansial, kapasitas manajerial, resistensi terhadap perubahan, dan ketergantungan pada bantuan eksternal masih menjadi tantangan. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola yang baik berperan penting dalam memperkuat kemandirian dan keberlanjutan pesantren.


Sri Wahyuni Sihombing: Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren


Sri Wahyuni Sihombing, Guru MIN 1 Curup, menyelesaikan disertasi berjudul “Pengaruh Pengelolaan Kelas Multikultural, Kurikulum, dan Inovasi Pembelajaran terhadap Mutu Pembelajaran Santri SLTP di Pondok Pesantren Kabupaten Rejang Lebong”. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Hamengkubuwono, M.Pd. sebagai Promotor dan Prof. Dr. Sutarto, S.Ag., M.Pd. sebagai Co-promotor.


Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 148 santri tingkat SLTP di Pondok Pesantren Darul Ma’arif dan Miftahul Jannah, Kabupaten Rejang Lebong. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas multikultural dan kurikulum memiliki pengaruh positif, tetapi tidak signifikan secara parsial terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, inovasi pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi faktor paling dominan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 55,4% terhadap mutu pembelajaran santri.


Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran yang dilakukan tenaga pendidik, disertai pengelolaan kelas multikultural dan penerapan kurikulum yang lebih kontekstual serta sesuai dengan kebutuhan santri.



Ketua Prodi Apresiasi Ketekunan Mahasiswa Menyelesaikan Disertasi


Ketua Program Studi Doktoral MPI Pascasarjana IAIN Curup, Dr. Jumira Warlizasusi, M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan ketiga mahasiswa menyelesaikan disertasi dan meraih gelar doktor.


Ia menekankan pentingnya komitmen mahasiswa untuk menuntaskan penelitian melalui proses bimbingan yang intensif dan berkelanjutan.


“Disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai. Jangan sampai proses penyelesaian terhambat karena persoalan bimbingan dengan promotor atau ko-promotor. Lakukan bimbingan secara intensif.”


Dengan bertambahnya tiga lulusan doktor tersebut, Program Studi Doktoral Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Curup kini telah melahirkan enam doktor.


Capaian ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Pascasarjana IAIN Curup dalam pengembangan ilmu manajemen pendidikan Islam, peningkatan mutu lembaga pendidikan, serta penguatan tata kelola pendidikan yang profesional, mandiri, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.


Kontributor: Humas IAIN Curup, Jumira


Editor: ZC