Tiga Lulusan Magister BKPI Pascasarjana IAIN Curup Hasilkan Penelitian Inovatif di Bidang Konseling
CURUP - Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Pascasarjana IAIN Curup, kembali mencatatkan capaian akademik melalui kelulusan tiga magister baru pada rangkaian Yudisium Pascasarjana dan Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor IAIN Curup yang diselenggarakan pada 23–24 Oktober 2026.
Ketiga lulusan tersebut berhasil meraih IPK rata-rata 3,84. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan dan pengembangan kompetensi akademik mahasiswa di lingkungan Prodi Magister BKPI.

Pandy Akbar Wirawan Raih IPK Tertinggi
Prestasi membanggakan diraih Pandy Akbar Wirawan yang memperoleh penghargaan IPK tertinggi dengan nilai 3,88 dalam masa studi dua tahun. Gelar magister diraihnya melalui penelitian berjudul Implementasi Nilai-Nilai Keislaman pada Bimbingan Keberagamaan Kultum Mauizatul Hasanah dalam Pembentukan Karakter Islami di SMP IT Rabbi Radhiyya, di bawah bimbingan Dr. Beni Azwar, M.Pd. Kons. dan Dr. Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I.
Penelitian tersebut mengkaji integrasi nilai-nilai keislaman dalam bimbingan keberagamaan melalui aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Hati ke Hati (Qolbun ilal Qolbi), kalamun layyin, muhasabah, dan keteladanan berperan dalam membentuk pengetahuan, perasaan, serta perilaku moral siswa. Temuan ini memperkuat kontribusi layanan bimbingan keberagamaan dalam pembentukan karakter Islami di lingkungan pendidikan.

Imam Rifai Angkat Isu Pencegahan Bullying di Madrasah
Capaian akademik berikutnya ditorehkan Imam Rifai melalui penelitian berjudul Analisis Perilaku Bullying dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling di MTs Muhammadiyah Curup, di bawah bimbingan Dr. Hartini, M.Pd. Kons. dan Dr. Syamsul Rizal, S.IP., S.Ag., M.Pd. Penelitian ini memperoleh penghargaan sebagai Tesis Terbaik.
Dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D), penelitian ini mengidentifikasi perilaku perundungan dalam bentuk fisik, verbal, relasional, siber, dan prejudisial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu, keluarga, teman sebaya, sekolah, dan media sosial turut memengaruhi munculnya perilaku tersebut.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya layanan bimbingan klasikal, penguasaan konten, dan konseling kelompok dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan komunikasi, serta sikap sosial peserta didik sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Aulia Nurjannah Kaji Efektivitas Konseling REBT terhadap Efikasi Diri Siswa
Sementara itu, Aulia Nurjannah menyelesaikan penelitian berjudul Pengaruh Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terhadap Efikasi Diri Siswa dalam Menghadapi Ujian Kenaikan Kelas di SMA Negeri 4 Kabupaten Rejang Lebong, di bawah bimbingan Dr. Dinna Hajja Ristianti, M.Pd. Kons. dan Dr. Aida Rahmi Nasution, M.Pd.I.
Penelitian eksperimen ini melibatkan 10 siswa yang terindikasi memiliki efikasi diri rendah. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan efikasi diri setelah diberikan layanan konseling kelompok REBT, dengan skor rata-rata 0,62 dalam kategori sedang, dibandingkan skor awal 0,01 dalam kategori rendah.
Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok REBT berpengaruh terhadap peningkatan efikasi diri siswa dalam menghadapi ujian kenaikan kelas serta menjadi alternatif intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Apresiasi dan Harapan Ketua Program Studi
Ketua Program Studi Magister BKPI, Dr. Hartini, M.Pd. Kons., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian akademik para lulusan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran, ketekunan, dan komitmen mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan bimbingan dan konseling pendidikan Islam.
“Semoga tidak cepat puas dengan apa yang telah diraih serta mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling di berbagai lingkungan pendidikan.”
Capaian tiga magister baru ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik, produktivitas penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui lulusan yang kompeten dan berintegritas, Prodi Magister BKPI Pascasarjana IAIN Curup berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling pendidikan Islam yang responsif terhadap kebutuhan dan tantangan pendidikan masa kini.
Kontributor: Hartini
Editor: ZC